Senin, 08 Juni 2015

DIALOG INTERAKTIF DI PENDOPO

Paparan Kegiatan dan Produk KWT "Putri Tani"
pada Dialog Interaktif di Pendopo PemKab Bojonegoro
5 Juni 2015



Disiarkan langsung dari radio Malowopati FM dan Madani FM, mudah-mudahan bisa menjadikan manfaat untuk KWT Putri Tani dan bisa menginspirasi banyak orang. Amiiiin......

Minggu, 17 Mei 2015

PAMERAN DI LAYANAN PUBLIK KABUPATEN BOJONEGORO

Layanan Publik Kabupaten Bojonegoro
di Lapangan Kecamatan Baureno, 12-13 Mei 2015


Ikut mengisi Stand Dinas Pertanian & Disnakertansos Kabupaten Bojonegoro


 "Beras kencur diborong Badan Pertahanan Nasional, Monggo Paaak!"


Minuman yang siap dibawa ke Pameran





PRAKTEK PENGAMATAN OPT

Praktek Pengamatan OPT
Bersama PPL, BABINSA, PATRA dan UPSUS Pajale Bojonegoro
14 Mei 2015



 Ibu... ibu... ketemu hewan apa saja diambil ya!!!!!!!!!!

 PPL e.. kok mengkerek ae cah  :(


 "Iki jenenge opo mbak Nung????? kok dowo kluget-kluget??????"



 "Ojo royok an, mundak ucul kabeh kewane :) :) :)

 Kelompok Satu lagi Presentasi


 Nha... ini lho penjelasanx!!!!!

"Action............"

Minggu, 15 Maret 2015

CARA MEMBUAT ARANG SEKAM



Membuat arang sekam

Arang sekam memiliki banyak kegunaan baik di dunia pertanian maupun kebutuhan industri. Para petani memanfaatkan arang sekam sebagai penggembur tanah, bahan pembuatan komposbokashitakakuramedia tanam dan media persemaian.
Arang sekam dibuat dari pembakaran tak sempurna atau pembakaran parsial sekam padi. Bahan baku arang sekam bisa didapatkan dengan mudah di tempat-tempat penggilingan beras.  Bahkan di beberapa tempat, sekam padi dianggap sebagai limbah. Sebanyak 20-30% dari proses penggilingan padi akan dibuang dalam bentuk sekam padi.

Cara membuat arang sekam

Ada berbagai cara membuat arang sekam padi. Berikut ini akan diuraikan cara sederhana dan efektif untuk membuat arang sekam sendiri. Terdapat dua tahapan, yaitu tahap penyiapan alat pembakaran dan tahap proses pembakaran sekam padi.

Membuat alat pembakaran

  1. Cari tong silinder atau drum yang terbuat dari besi, seng, alumunium atau logam yang tahan api lainnya. Sebaiknya berukuran kurang lebih 20 liter. Kemudian buang salah satu dari alas atau atap silinder tersebut.
  2. Pada bagian alas atau atap silinder yang tidak dibuang, buat lubang berbentuk lingkaran dengan diameter 10 cm. Usahakan lubang terdapat tepat ditengah-tengah lingkaran atau berada di titik pusat diameter silinder.
  3. Kemudian buat lubang-lubang dengan paku atau pahat pada dinding silinder (diamater kurang lebih 0,5 cm) dengan jarak antar lubang sekitar 2-3 cm. Lubang ini berfungsi untuk membuang panas dari bahan bakar ke tumpukan sekam padi, tanpa harus membakar sekam secara langsung.
  4. Cari atau buat pipa seng sepanjang 1 cm dengan diamater 10 cm. Masukkan pipa seng tersebut kedalam lubang yang telah dibuat pada alas atau atap silinder, sehingga berfungsi sebagai cerobong asap bagi kamar pembakaran yang ada di silinder utama.
  5. Rekatkan pipa dengan cara dilas sehingga pipa berdiri tegak lurus di atas silinder. Atau letakkan pipa cerobong pada lubang yang ada di silinder, ganjal dengan paku dan ikat dengan kawat besi agar pipa cerobong bisa berdiri tegak dan tidak melesak ke dasar silinder.

Proses pembakaran arang sekam

  1. Pilih lokasi pembakaran yang jauh dari perumahan atau jalan, karena proses pembakaran sekam padi akan menimbulkan asap yang tebal. Sebaiknya alas tempat pembakaran terbuat dari lantai keras yang tahan panas, atau alasi bagian bawah dengan plat seng sebelum melakukan pembakaran. Hal ini untuk memudahkan pengambilan arang sekam.
  2. Buat api unggun seukuran silinder yang telah kita buat sebelumnya. Bahan bakarnya bisa menggunakan kertas koran, kayu bakar atau daun-daun kering. Kemudian nyalakan api, lalu tutup api tersebut dengan silinder yang telah diberi cerobong asap tadi.
3. Timbun ruang pembakaran silinder yang didalamnya sudah ada nyala api dengan beberapa karung sekam padi. Penimbunan dilakukan menggunung ke atas setinggi kurang lebih 1 meter dengan puncak timbunan cerobong asap yang menyembul keluar.



4. Setelah 20-30 menit atau saat puncak timbunan sekam padi terlihat menghitam, naikkan sekam yang masih berwarna coklat di bawah ke arah puncak. Lakukan terus sampai semua sekam padi menghitam sempurna.

5. Setelah semua sekam berubah menjadi hitam, siram dengan air hingga merata. Penyiraman dilakukan untuk menghentikan proses pembakaran. Apabila proses pembakaran tidak dihentikan maka arang sekam akan berubah menjadi abu.
6. Setelah disiram dan suhunya menurun, bongkar gunungan arang sekam dan keringkan. Kemudian masukkan ke dalam karung dan simpan di tempat kering.



Manfaat arang sekam padi

Di dalam tanah, arang sekam bekerja dengan cara memperbaiki struktur fisik, kimia dan biologi tanah. Arang sekam bisa meningkatkan porositas tanah sehingga tanah menjadi gembur sekaligus juga meningkatkan kemampuan tanah menyerap air.
Secara biologis, tanah yang gembur merupakan media yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya organisme hidup. Baik yang berupa mikroorganisme seperti bakteri akar maupun makroorganisme seperti cacing tanah. Kelebihan lainnya, arang sekam tidak membawa mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui pembakaran sehingga relatif steril.
Secara kimia, arang sekam memiliki kandungan unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5 sampai 7. Arang dari sekam padi tidak mengandung garam-garam yang merugikan tanaman.
Arang sekam kaya akan kandungan karbon, dimana unsur karbon sangat diperlukan dalam membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bisa menekan jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos. Sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya.
Diperkotaan, arang sekam banyak dibutuhkan untu media tanam tanaman hias. Kelebihan media ini adalah bobotnya yang ringan dan mudah dibersihkan dari akar tanaman. Sifat seperti ini dibutuhkan untuk tanaman-tanaman yang akan didistribusikan.

(sumber: alamtani.com)

Kamis, 12 Maret 2015

PELATIHAN PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian
dari LPK P4S "Gading" bekerjasama dengan Disnakertransos
Kabupaten Bojonegoro
untuk KWT "Putri Tani" Desa Drajat Kecamatan Baureno
Tanggal 5 - 10 maret 2015


 Pembukaan Pelatihan




Materi oleh ibu Kristianingsih


Praktek Membuat krupuk Waluh








 "Action duluuuu..."




 "ini saatnya membuat sirup markiso...eh..markisa"


FOTO BERSAMA KELOPOK 1, 2 DAN 3




BEBERAPA HASIL PELATIHAN PHP

Kembang goyang wijen
Keripik pisang
Krupuk Waluh
Getuk Pisang
Wingko singkong
Sirup Markisa
Martabak Manis Waluh

Tengkyuu   duluuuur..........."""""""

Minggu, 01 Februari 2015

RESEP JUS/SIRUP MARKISA

Resep Jus Markisa


 Cara pembuatan :
1. Pilih buah markisa yang sudah tua (warna kekuningan dan terdapat ruam-ruam merah)
2. Belah buah markisa menjadi 2
3. Ambil dengan sendok, buah markisa dan taruh di gelas
4. Tambahkan gula 1,5 sendok makan atau menurut selera
5. Tambahkan air satu gelas, aduk
    (jika tidak menginginkan bijinya, saring dan buang bijinya)
6. Jus markisa siap di minum



Resep Sirup Markisa



Cara pembuatan :
1. Pilih buah markisa yang sudah tua (warna kekuningan dan terdapat ruam-ruam merah)
2. Belah buah markisa menjadi 2
3. Campur markisa dengan air secukupnya (25 buah 2 gelas air)
4. Blender markisa yang sudah dicampur air
5. Saring
6. Masak markisa dengan menambahkan gula 1,5 kg
7. Masak markisa sampai menjadi sirup



Minggu, 23 November 2014

PELATIHAN KERAJINAN ANYAMAN

Pelatihan kerajinan anyaman dari rotan dan mendong, oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bojonegoro, dimulai tanggal 18 September hingga 5 November 2014.
Kegiatan yang berlangsung kurang lebih 40 hari ini diikuti oleh 16 anggota KWT Putri Tani dan bertempat di Sekretariat Muhammadiyah Ranting Drajat II Baureno.
Kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas kesempatan yang diberikan kepada Kami, kepada Pembina KWT PT, Pak Joko PW dari Disperta, P. Hendro triono, dan P. Iskak selaku PPL yang selalu mendampingi dan mensupport kami.
Kepada Kepala BLK Kab.Bojonegoro Pak Surin dan terutama guru pembina kami dalam kelas anyaman Pak Warto, yang dengan sangat sabar mendampingi Kami.
Juga kepada Kepala desa Drajat beserta jajarannya.